Sabtu, 16 Oktober 2010

Kutu Loncat Jeruk Asia Diaphorina citri

Oleh: I W. Mudita dan R.L. Natonis A.  Apa Itu Kutu Loncat Jeruk Asia dan Mengapa Penting?Kutu loncat jeruk Asia adalah serangga berukuran kecil, sebagai-mana jenis kutu-kutuan lain pada umumnya. Serangga jenis kutu ini mempunyai nama ilmiah Diaphorina citri dan termasuk famili Psyllidae dari ordo serangga Homoptera. Serangga ini diberi nama kutu loncat karena bila kutu dewasa terganggu maka akan meloncat dengan cepat. Nama jeruk diberikan karena tanaman yang diserang adalah terutama jeruk, sedangkan nama Asia ditambahkan untuk membedakannya dengan kutu loncat jeruk jenis lain, yaitu kutu loncat jeruk Afrika yang nama ilmiahnya adalah Trioza...

CVPD: Penyakit Mematikan dan Paling Merusak Bagi Jeruk

Oleh: I W. Mudita dan R.L. Natonis A.     Apa Itu CVPD dan Mengapa Penting?CVPD adalah nama penyakit jeruk, singkatan dari Citrus Vein Phloem Degeneration. Dalam bahasa Indonesia nama ini berarti kerusakan pembuluh floem tanaman jeruk. Di luar negeri penyakit ini dikenal dengan nama berbeda-beda di setiap negara. Nama CVPD sendiri, meskipun dalam bahasa Inggris, adalah nama yang digunakan di Indonesia. Nama resmi yang kini digunakan di seluruh dunia adalah huanglongbing, disingkat HLB, nama dalam bahasa Mandarin yang berarti pucuk menguning.Pembuluh floem adalah pembuluh yang terdapat pada kulit batang, berfungsi untuk mengangkut...

Jumat, 15 Oktober 2010

Bertani Selaras Alam untuk Menghindari CVPD

Bertani jeruk secara modern yang dianjurkan pemerintah mengharuskan penggunaan bibit okulasi dan pembudidayaan jeruk secara secara monokultur dengan jarak tanam teratur. Penggunaan bibit okulasi diperlukan untuk menjamin produksi dapat dicapai dalam waktu cepat dan kualitas hasil yang sesuai dengan baku mutu. Akan tetapi, introduksi teknologi produksi modern tersebut bukannya tidak menimbulkan masalah. Petani telah sangat lama terbiasa bertani secara tradisional dalam pola perladangan tebas bakar sehingga sulit dapat menerima teknologi pertanian intensif. Teknologi baru bukan tidak mungkin akan mengusik kedaulatan petani karena bibit okulasi harus dibeli dari pengusaha. Akan lebih celaka lagi kalau bibit yang diberi dari pengusaha tersebut ternyata tidak bebas dari OPT (Organisme Pengganggu...

Kamis, 14 Oktober 2010

Menurut pemerintah, bibit JKS telah diawasi dengan ketat. Bagaimana dengan bibit ini, apakah benar-benar bebas CVPD?

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTS, bibit JKS telah diawasi dengan ketat sehingga tidak mungkin beredar bibit berpenyakit, apalagi berpenyakit CVPD. Kata Kepala Dinas, kalau ada orang yang mengatakan jeruk keprok soe berpenyakit CVPD, termasuk bibitnya, berarti itu melanggar perda.Katanya, untuk menegakkan perda, upaya telah dilakukan dengan sekuat tenaga untuk mencegah masuknya bibit jeruk dari luar. Sungguh ini merupakan upaya yang sangat luar biasa. Hanya saja, persoalannya kemudian adalah sejak kapan perda diberlakukan dan kapan pengawasan benar-benar telah dilakukan dengan ketat? Bukan tidak mungkin, CVPD sebenarnya sudah ada jauh sebelum diberlakukan perda. Dan bukan tidak mungkin pula, setelah ada perda, pengawasan hanya dilakukan sewaktu-waktu saja. Atau, bagaimana bila...

Rabu, 13 Oktober 2010

Kata Kadis Pertanian Kabupaten TTS, JKS Bebas CVPD. Bagaimana dengan tanaman jeruk di kebun milik Bpk Frans Nitsae ini?

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTS menolak dengan tegas bahwa tanaman jeruk keprok soe di Kabupaten TTS telah terkena penyakit CVPD. Kalau begitu, bagaimana dengan tanaman di kebun Bapak Frans Nitsae, Soe, Kabupaten TTS, sebagaimana tampak pada tayangan slide di atas? Menurut Kepala Dinas, CVPD tidak dapat ditentukan oleh sembarang orang, hanya oleh orang yang berkompeten, yaitu para pakar dari Balitjes di Tlekung, Malang. Apakah orang yang bukan berasal dari Balitjes berarti semuanya tidak berkompeten mengenai CVPD? J.M. Bove, profesor emeritus mikrobiologi dari University of Bordeaux 2 and INRA, Perancis, bukan orang dari Balitjes. Bandingkan foto-foto gejala CVPD dalam tulisannya dan juga pada slide di bawah ini dengan foto tanaman jeruk keprok soe pada slide di atas. Silahkan menyimpulkan...

Senin, 11 Oktober 2010

Sumber Informasi Alternatif

Citrus Biosecurity (Ketahanan Hayati Jeruk) menayangkan informasi alternatif mengenai ketahanan hayati jeruk di Timor Barat, khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU). Tayangan ini diharapkan menjadi alternatif terhadap informasi yang selama ini disampaikan oleh pemerintah bahwa jeruk di kedua kabupaten tersebut, khususnya jeruk keprok soe, bebas dari penyakit berbahaya seperti CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) dan tristeza. Satu-satunya OPT yang diakui keberadaannya adalah jamur diplodia (Botrodiplodia theobromeae), penyebab penyakit diplodia basah dan diplodia kering. Informasi alternatif ini ditayangkan untuk menjamin hak masyarakat memperoleh informasi yang dijamin oleh undang-undang. Informasi alternatif ini juga ditayangkan sesuai dengan prinsip...
Page 1 of 41234Next

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India